GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF PDF

Gangguan Kepribadian Borderline Gejala Gejala gejala yang timbul dari orang dengan gangguan disosiatif menunjukkan sikap yang cukup mencolok di antara kelompok sosialnya. Berikut ini gejala gejala yan gmungkin muncul: Depersonalisasi dan derealisasi Penderita merasa kesulitan membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Penderita selalu memiliki perasaan tidak nyata dan merasa terpisah dari dirinya sendiri baik secara fisik maupun psikis atau mental. Penderita merasa tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan pikiran sendiris ehingga terasa seperti menjadi orang lain yang hanya bisa menonton dirinya sendiri. Penderita merasa tidak menguasai tubuhnya dan pikirannya sendiri sehingga adanya pertentangan dalam diri dan bingung siapa yang asli. Penderita bisa juga menganggap dirinya tidak nyata apabila kepribadian lainnya cenderung sering muncul dan lebih dominan karena faktor pemicu.

Author:Meztisho Gardalkree
Country:Mauritania
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):16 June 2015
Pages:394
PDF File Size:12.71 Mb
ePub File Size:19.41 Mb
ISBN:294-8-36267-284-2
Downloads:5398
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mekazahn



Banyak fenomena yang terkait sering terjadi dalam berbagai bagian dunia dimana sanksi budaya lokal masuk dan kepemilikan Negara yang tidak dianggap patologis dan tidak dapat dianggap sebagai gangguan mental mungkin didiagnosis dengan gangguan disosiatif trans kategori diagnostic sementara dalam DSM-IV-TR.

Teori Behavioral Pada teori ini menganggap bahwa disosiasi sebagai respon menghindar yang melindungi seseorang dari berbagai kejadian yang penuh stress dan ingatan akan kejadian tersebut. Karena orang yang bersangkutan tidak secara sadar mengonfrontasi kenangan menyakitkan tersebut, rasa takut yang diakibatkannya tidak dapat hilang. Ini merupakan suatu hal yang dapat ditemukan pada gangguan stress pasca trauma, dimana seseorang terkadang dikuasai oleh berbagai citra yang mengganggu dan berulang tentang kejadian traumatik di masa lalu.

Personal-personal itu juga memiliki usia yang berbeda-beda, hobi berbeda, Bahkan tingkat keyakinan terhadap agama yang berbeda.

Pada saat diskusi dengan Dr. Personal-personal itu, dalam dialog dengan Dr Wilbur juga sering merasa kasihan kepada Sybil , yang tidak bisa marah, ceria dan bahkan menangis saat ia seharusnya melakukan sehingga mereka sesekali merasa perlu muncul ke permukaan menggantikan peran Sybil. Setelah Sybil ,yang kehadirannya diwakili oleh personal yang lain, menjalani psikoanalisa oleh Dr Wilbur, ditemukanlah trigger-trigger mengapa kepribadiannya pecah.

Sybil mendapat siksaan yang luar biasa dari sang ibu , yang mengidap schizoprenia, sejak kecil tanpa pencegahan dari sang ayah sedikitpun. Hal itu, secara tidak langsung membuat sybil tidak mampu mengungkapkan kemarahan, kesedihan dan emosinya. Selain itu, nilai2 yang dianut secara ketat oleh orangtua sybil, namun kadang dinafikkan secara vulgar dihadapan sybil juga menjadi salah satu pemicu munculnya personal-personal lain dalam dirinya, personal-personal yang tidak terima akan penerimaan sybil terhadap lingkungan yang menekan dan mengabaikan dirinya.

Akhirnya setelah 11 tahun melakukan psikoanalisa, Dr. Wilbur berusaha menyamakan usia seluruh personal melalui hipnotis dan berusaha meyakinkan sybil untuk memenuhi keinginan-keinginan masing2 personal.

Seperti kenyataan bahwa sybil sangat membenci ibunya yang telah menyiksanya, yang dinafikkan oleh Sybil karena norma mengatakan bahwa seorang anak tidak boleh membenci ibunya. Dan Sybil yang sebelumnya tidak bisa marah, tidak bisa menangis pun akhirnya bisa mengungkapkan emosi-emosinya. Perlahan-lahan, trauma-trauma lain dibuka dan pada akhirnya Sybil pun berhasil mengungkapkan emosinya dan berhasil menolak penekanan-penekanan terhadap dirinya.

Dan seiring waktu berlalu, semakin banyak personal yang menyatukan diri sebagai Sybil sehingga Sybil pun menjadi Sybil yang satu. Abnormal Psychology core concepts. Pearson education Inc. New York. Abnormal Psychology. Prentice Hall. New Jersey.

HARD TO BE A GOD STRUGATSKY PDF

Mengenal Kepribadian Ganda Alias Gangguan Disosiatif

Gangguan identitas disosiatif sering terjadi sebagai mekanisme pertahanan psikologis diri dalam mengatasi trauma Pengertian gangguan identitas disosiatif gangguan kepribadian ganda Gangguan identitas disosiatif dissociative identity disorder atau yang dulu dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda merupakan salah satu jenis gangguan mental yang menunjukan adanya disosiasi atau ketidaksesuaian hubungan antara pikiran, ingatan, lingkungan, tindakan, serta identitas diri. Hal ini menjadi cara seseorang melarikan diri dari trauma yang dialami dengan cara yang tidak sehat dan menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-harinya. Individu yang mengalami gangguan disosiasi identitas mungkin dapat merasakan ketidakpastian mengenai identitas dirinya serta merasakan kehadiran dari identitas-identitas lain dalam dirinya yang memiliki nama, latar hidup, suara, dan tingkah laku yang berbeda-beda. Karakteristik yang paling terlihat dari gangguan ini adalah perubahan dari satu identitas ke identitas lainnya yang memiliki kepribadian yang berbeda jauh dari kepribadian aslinya.

C# LOCALREPORT PDF

Gangguan Disosiatif – Penyebab – Cara Mengatasi

Para individu yang menderita gangguan disosiatif tidak mampu mengingat berbagai peristiwa pribadi penting atau selama beberapa saat lupa akan identitasnya atau bahkan membentuk identitas baru. Secara umum gangguan disosiatif dissociative disorders bisa didefinisikan sebagai adanya kehilangan sebagian atau seluruh dari integrasi normal di bawah kendali sadar yang meliputi ingatan masa lalu, kesadaran identitas dan peng-nderaanan segera awareness of identity and immediate sensations , serta control terhadap gerak tubuh. Dalam penegakan diagnosis Gangguan Disosiatif harus ada gangguan yang menyebabkan kegagalan mengoordinasikan identitas, memori persepsi ataupun kesadaran, dan menyebabkan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan dan memanfaatkan waktu senggang. Amnesia Disosiatif Amnesia disosiatif adalah hilangnya memori setelah kejadian yang penuh stres. Seseorang yang menderita gangguan ini tidak mampu mengingat informasi pribadi yang penting, biasanya setelah suatu episode yang penuh stres. Pada amnesia total, penderita tidak mengenali keluarga dan teman-temannya, tetapi tetap memiliki kemampuan bicara, membaca dan penalaran, juga tetap memiliki bakat dan pengetahuan tentang dunia yang telah diperoleh sebelumnya.

ANATOMIA DEL ESPIRITU CAROLINE MYSS PDF

Gangguan Identitas Disosiatif (Gangguan Kepribadian Ganda)

Identitas personal terbentuk selama masa kecil, dan selama itupun, anak-anak lebih mudah melangkah keluar dari dirinya dan mengobservasi trauma walaupun itu terjadi pada orang lain. Ada beberapa penggolongan dalam gangguan disosiatif, antara lain adalah amnesia disosiatif, fugue disosiatif, gangguan depersonalisasi, dan gangguan identitas disosiatif. Individu tiba-tiba menjadi tidak dapat mengingat kembali informasi personal yang penting biasanya setelah mengalami beberapa peristiwa stressful. Selama periode amnesia, perilaku atau kemampuan individu mungkin tidak berubah, kecuali bahwa hilangnya memori menyebabkan beberapa disorientasi, tidak mengenali identitas asal, teman, keluarga, dll Hilangnya memori Bisa hanya untuk peristiwa tertentu atau seluruh peristiwa kehidupan Biasanya berlangsung dalam periode waktu tertentu, bisa beberapa jam sampai dengan beberapa tahun Memori biasanya kembali muncul secara tiba-tiba juga, lengkap seperti sebelumnya hanya sedikit kemungkinan untuk kambuh Hilangnya memori tidak sama dengan yang disebabkan oleh kerusakan otak atau karena ketergantungan obat.

BANGS GARCIA FHM PDF

GANGGUAN SOMATOFORM DAN DISOSIATIF (SOMATOFORM AND DISSOCIATIVE DISORDERS)

Pada gangguan somatoform, individu mengeluhkan gejala-gejala gangguan fisik, yang terkadang berlebihan, tetapi pada dasarnya tidak terdapat gangguan fisiologis. Pada gangguan disosiatif, individu mengalami gangguan kesadaran, ingatan, dan identitas. Munculnya kedua gangguan ini biasanya berkaitan dengan beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan, dan terkadang gangguan ini muncul secara bersamaan. Dalam gangguan somatoform, orang memiliki simtom fisik yang mengingatkan pada gangguan fisik, namun tidak ada abnormalitas organik yang dapat ditemukan penyebabnya.

Related Articles